BREAKING

Latest Posts

Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Bantu Pelaksanaan Posyandu di Gampong Ie Tarek Dua

Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Bantu Pelaksanaan Posyandu di Gampong Ie Tarek Dua

Aceh Utara, 24 November 2025 — Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) kembali dilaksanakan di Gampong Ie Tarek Dua, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin, 24 November 2025. Posyandu kali ini mendapat dukungan penuh dari para mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Kelompok 35, yang ikut membantu secara langsung jalannya kegiatan sejak pagi hari.  Penanggunng jawab pada kegiatan posyandu di desa Ie Tarek Dua yaitu Ibu Cut Ida selaku kader posyandu.

Kegiatan yang berlangsung di Meunasah Gampong Ie Tarek Dua tersebut dihadiri oleh bidan desa yang turun langsung memberikan pelayanan kesehatan, serta kader stunting dari masyarakat setempat, Ibu Rahmi, yang berperan dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting di gampong.

Pelayanan posyandu meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, imunisasi, serta pemberian vitamin dan makanan tambahan. Warga mulai berdatangan sejak pagi, dan suasana posyandu terlihat ramai namun tetap tertib.

Para mahasiswa KPM turut membantu kader dan bidan dalam berbagai kegiatan, mulai dari registrasi dan pendataan, pengaturan alur pemeriksaan, pendampingan warga, hingga membantu penimbangan balita. Kehadiran mahasiswa membuat proses pelayanan menjadi lebih cepat dan terkoordinasi.

Ketua Kelompok KPM 35 Haidar, menyampaikan rasa syukur dapat terlibat dalam kegiatan kesehatan masyarakat tersebut.

> “Kami senang bisa berkontribusi dalam posyandu. Ini menjadi pengalaman yang bermanfaat sekaligus membantu masyarakat, khususnya ibu dan anak,” ujarnya.

Ibu Cut Ida, selaku kader posyandu, mengapresiasi kehadiran mahasiswa.

> “Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Mahasiswa sangat membantu dalam pendataan dan pendampingan warga,” tuturnya.

Sementara itu, Ibu Rahmi, kader stunting gampong, juga menyampaikan bahwa kegiatan posyandu penting untuk memantau kondisi anak-anak dan mencegah risiko stunting sejak dini.

> “Dengan adanya mahasiswa, proses pemantauan tumbuh kembang anak lebih ringan. Ini sangat membantu kami dalam pengecekan data stunting,” katanya.

Bidan desa yang hadir turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa KPM yang bekerja sigap dan penuh tanggung jawab dalam membantu jalannya kegiatan.

Kegiatan posyandu pada tanggal 24 November 2025 ini berlangsung dengan baik dan tertib. Kehadiran mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah memberi dampak positif bagi kelancaran pelayanan kesehatan, serta memperkuat kerja sama antara masyarakat dan mahasiswa dalam meningkatkan kesehatan gampong.

Anggota KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Gelar Pertemuan dengan KUA Simpang Keuramat Bahas SIWAK dan Akta Ikrar Wakaf

Anggota KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Gelar Pertemuan dengan KUA Simpang Keuramat Bahas SIWAK dan Akta Ikrar Wakaf

Aceh Utara, 19 November 2025 — Para peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe mengadakan pertemuan resmi dengan pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Simpang Keuramat pada Rabu, 19 November 2025. Pertemuan ini membahas pelaksanaan SIWAK (Sistem Informasi Wakaf) serta Akta Ikrar Wakaf (AIW) yang nantinya akan diterapkan di masing-masing gampong dengan dukungan aparatur desa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bapak Kawaket,  Bapak Kasi, serta para anggota kelompok KPM dari berbagai gampong di Kecamatan Simpang Keuramat. Seluruh peserta berkumpul untuk mendapatkan arahan, penjelasan teknis, dan pemahaman mendalam terkait mekanisme administrasi wakaf yang sesuai dengan regulasi Kementerian Agama.

Dalam penyampaiannya, Bapak Kawaket menjelaskan bahwa mahasiswa KPM memiliki peran strategis dalam membantu KUA dan gampong dalam melakukan pendampingan serta sosialisasi mengenai data wakaf.

> “Mahasiswa KPM sangat berpotensi menjadi penghubung antara KUA dan gampong dalam proses pengumpulan serta penginputan data ke dalam SIWAK,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Kasi menambahkan pentingnya legalitas wakaf melalui pembuatan AIW untuk menjamin ketertiban administrasi dan kepastian hukum.

> “AIW adalah dokumen penting yang harus dimiliki setiap tanah wakaf. Dengan bantuan mahasiswa KPM, kami berharap proses pendataan di setiap gampong dapat berjalan lebih cepat dan akurat,” jelasnya.

Para peserta KPM juga mendapat kesempatan berdiskusi dan saling bertukar pengalaman terkait tantangan dan kebutuhan pendataan wakaf di lapangan. Mereka kemudian diarahkan untuk berkoordinasi dengan aparatur gampong masing-masing, terutama dalam mengumpulkan dokumen pendukung seperti identitas nazhir, lokasi tanah wakaf, serta riwayat pewakaf.

Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 19 November 2025 ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama antara KUA, mahasiswa KPM, dan aparatur gampong. Diharapkan, kegiatan terkait SIWAK dan AIW dapat terlaksana dengan lebih teratur, efektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa KPM Kelompok 35 UIN Sultanah Nahrasiyah melakukan pertemuan dengan pihak SMP N 1 Simpang Keuramat.

Mahasiswa KPM Kelompok 35 UIN Sultanah Nahrasiyah melakukan pertemuan dengan pihak SMP N 1 Simpang Keuramat.

Aceh Utara, 19 November 2025 — Para peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melakukan kunjungan dan pertemuan resmi dengan pihak SMP Negeri 1 Simpang Keuramat pada Rabu, 20 November 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas pelaksanaan program sosialisasi yang akan dilaksanakan di sekolah tersebut pada hari Senin 24 November 2025 dengan mengangkat tema besar “Pergaulan Bebas”, serta dua topik utama, yaitu “Dampak Pernikahan Dini” dan “Stop Bullying.”

Kedatangan mahasiswa KPM disambut langsung oleh salah satu perwakilan pihak sekolah, yaitu guru Pendidikan Jasmani (Penjas), Bapak Yusuf, yang mewakili jajaran pihak sekolah dalam menerima dan berdiskusi dengan para mahasiswa.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KPM menjelaskan tujuan utama kegiatan sosialisasi, yaitu memberikan pemahaman, edukasi, serta pencegahan dini terhadap perilaku yang berdampak negatif bagi siswa, khususnya berkaitan dengan pergaulan bebas, kekerasan di lingkungan sekolah, dan risiko pernikahan dini.

Koordinator KPM (Haidar) menyampaikan bahwa sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga pergaulan yang sehat serta memahami bahaya perilaku menyimpang.

> “Kami ingin memberikan edukasi yang tepat dan dapat dipahami oleh siswa, sehingga mereka memiliki kesadaran untuk menjaga diri, menghormati sesama, dan menjauhi tindakan bullying,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Yusuf, selaku perwakilan SMPN 1 Simpang Keuramat, menyambut baik program yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KPM.

> “Kami sangat mendukung sosialisasi ini. Pendidikan seperti ini sangat penting untuk mencegah perilaku menyimpang dan membantu siswa memahami konsekuensinya sejak dini,” ungkapnya.

Pertemuan berlangsung dengan lancar, di mana kedua belah pihak berdiskusi mengenai jadwal pelaksanaan, metode penyampaian, serta sasaran siswa yang akan mengikuti sosialisasi. Mahasiswa KPM juga menyampaikan konsep materi dan rancangan kegiatan yang akan dibawakan, sehingga pihak sekolah dapat menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan siswa.

Dengan adanya kunjungan dan pertemuan ini, diharapkan pelaksanaan sosialisasi nantinya dapat berjalan dengan efektif serta memberikan dampak positif bagi siswa SMPN 1 Simpang Keuramat sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam edukasi sosial masyarakat.

Inovasi Lidi Sawit di Alue Badee: UMKM Lokal Berkembang, Mahasiswa KPM Saksikan Proses Produksi

Inovasi Lidi Sawit di Alue Badee: UMKM Lokal Berkembang, Mahasiswa KPM Saksikan Proses Produksi

Aceh Utara – Masyarakat Gampong Alue Badee, Kecamatan Simpang Keramat, berhasil mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi produk lidi bernilai ekonomis. Limbah pelepah sawit yang sebelumnya dibiarkan membusuk di kebun, kini menjadi sumber penghasilan bagi warga.

Kegiatan pengolahan ini dilakukan oleh kelompok ibu-ibu rumah tangga dengan memanfaatkan pelepah sawit yang melimpah di sekitar desa. Pemanfaatan pelepah sawit dinilai lebih menguntungkan karena lidi sawit dikenal lebih kuat dan lentur dibandingkan lidi dari pelepah kelapa, sehingga kualitasnya lebih diminati untuk berbagai kebutuhan industri rumah tangga.

Pengolahan dilakukan secara manual mulai dari mengumpulkan pelepah hasil pangkasan, memisahkan lidi dari daun, menjemur hingga kering sempurna, kemudian mengikatnya menjadi satu sebelum dijual sebagai bahan baku.

Salah satu pelaku usaha, Bu Halimah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi ekonomi keluarganya. “Saya hanya menjual lidi keringnya saja, bukan sapu. Biasanya saya menjual dengan harga sekitar Rp3.500 hingga Rp5.000 per kilogram. Alhamdulillah, hasilnya cukup membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Saat ini, pemasaran lidi kering dari Gampong Alue Badee masih pada lingkup lokal, khususnya wilayah Simpang Keramat dan sekitarnya. Meski belum menembus pasar luar daerah, masyarakat tetap optimis usaha ini dapat berkembang lebih besar ke depannya.

Kegiatan ini juga turut disaksikan oleh mahasiswa KPM UIN Suna Kelompok 8, yang berkunjung langsung ke lokasi. Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa melihat proses produksi dari dekat dan ikut membantu pada tahap sederhana, yakni memisahkan daun dari lidinya. Kehadiran mereka disambut baik oleh warga karena dianggap memberi perhatian pada UMKM lokal.

Program pemanfaatan limbah sawit ini menjadi bukti bahwa potensi desa dapat berkembang melalui kolaborasi, inovasi sederhana, serta pemanfaatan sumber daya yang seringkali terabaikan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada kebersihan lingkungan sekitar.

Rapat Perdana Persiapan MTQ Desa Cempeudak bersama Pemuda dan Pembina di Balai Al-Anshar Mahasiswa KPM Kelompok 45 UIN Sultanah Nahrasiyah Siap Berkolaborasi

Rapat Perdana Persiapan MTQ Desa Cempeudak bersama Pemuda dan Pembina di Balai Al-Anshar Mahasiswa KPM Kelompok 45 UIN Sultanah Nahrasiyah Siap Berkolaborasi

Aceh utara- dalam upaya menyukseskan rencana pelaksanaan MTQ tingkat desa, aparatur Desa Cempeudak bersama mahasiswa KPM kelompok 45 UIN Sultanah Nahrasiyah menggelar rapat perdana untuk membahas konsep kegiatan serta arah kolaborasi antar pihak. Rapat tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh diskusi, dan tetap fokus pada penyusunan rencana kerja yang matang.
Pada awalnya, mahasiswa KPM kelompok 45 merencanakan untuk mengadakan musabaqah kecil-kecilan sebagai penutup kegiatan pengabdian mereka di desa cempeudak. Namun, saat pertemuan rersmi bersama perangkat gampong, muncul dorongan dan arahan agar kegiatan tersebut tidak hanya menjadi program internal mahasiswa, melainkan juga melibatkan pemuda dan pembina desa agar manfaatnya lebih luas dan pelaksanaannya semakin terstruktur.
Mendengar saran tersebut, mahasiswa KPM menyambut baik gagasan kolaborasi. Mereka menilai bahwa keterlibatan pemuda desa akan memberi warna baru, memperkuat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian generasi muda terhadap kepedulian generasi muda terhadap kegiatan keagamaan di gampong.
Maka dari itu, perlu diadakan rapat lanjutan bersama para pembina desa di balai Al-Anshar. Dalam kegiatan tersebut, para pembina memberikan pandangan mengenai teknis-teknis kegiatan, mulai dari pembagian cabang lomba, jadwal latihan peserta, hingga persiapan tempat pelaksanaan. Mahasiswa KPM juga ikut dilibatkan langsung sebagai tim pembina, sehingga proses pelatihan dan pengorganisasian bisa berjalan lebih maksimal.
Disana kami tidak hanya membahas teknis MTQ, kami juga memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan perangkat gampong. Dalam rapat tersebut banyak ide baru yang muncul, terutama mengenai bagaimana kegiatan ini bisa menjadi wadah pembinaan Al-Qur’an bagi anak-anak dan remaja, bukan sekadar perlombaan formal semata.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa KPM kelompok 45 dan pemuda Gampong Cempeudak, pelaksanaan MTQ tahun ini diharapkan dapat berjalan lebih meriah, terarah, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum penguatan nilai religius, sekaligus bukti nyata bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat desa mampu melahirkan program yang bermanfaat dan berkelanjutan.
 
Copyright © 2016 Radio CitisFm lhokseumawe Aceh